TERNATE — (Humas Kemenag Morotai) — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., secara resmi membuka Festival Gerakan Literasi Madrasah (Galatama) II Tahun 2026 di Lapangan Ngara Lamo Kesultanan Ternate, Senin (6/7/2026). Festival yang digagas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara ini menjadi momentum memperkuat budaya literasi madrasah sebagai fondasi membangun generasi yang religius, kritis, kreatif, dan berdaya saing.
Pembukaan Festival Galatama II berlangsung meriah dengan dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara Drs. H. Amar Manaf, M.Si, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Kementerian Agama, pimpinan madrasah, tokoh agama, tokoh masyarakat, para penyuluh agama, serta ribuan guru dan peserta didik dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Maluku Utara.
Rangkaian pembukaan turut diisi dengan penganugerahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Menteri Agama atas Gerakan Literasi Berbasis Ekoteologi, pelantikan Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Maluku Utara, pelantikan Pimpinan Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Maluku Utara, penyerahan santunan kepada anak yatim, serta penandatanganan prasasti tujuh gedung Kantor Urusan Agama (KUA).
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa literasi merupakan jalan membangun peradaban. Menurutnya, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, serta mengolah informasi menjadi gagasan, inovasi, dan solusi bagi kehidupan. Karena itu, madrasah harus menjadi rumah literasi yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan era digital.
"Ukuran keberhasilan literasi bukan dilihat dari banyaknya buku yang dibaca, tetapi dari banyaknya gagasan yang ditulis, penelitian yang dilakukan, karya yang dihasilkan, inovasi yang diciptakan, dan solusi yang dihadirkan bagi masyarakat," ujar Nasaruddin Umar. Ia juga mengajak seluruh madrasah membiasakan membaca buku nonpelajaran selama 15 menit setiap hari sebagai bagian dari penguatan budaya literasi.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Amar Manaf, menyampaikan bahwa Galatama merupakan inovasi literasi madrasah yang lahir dari kepedulian terhadap tantangan pendidikan di wilayah kepulauan. Program ini mengembangkan literasi baca tulis Al-Qur'an, literasi bahasa, serta budaya membaca dan menulis sebagai upaya membentuk generasi madrasah yang religius, berwawasan global, sekaligus memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Menurut Amar, pelaksanaan Galatama tahun kedua menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sebanyak 3.519 karya puisi bertema Ekoteologi berhasil dihasilkan oleh guru dan siswa madrasah se-Maluku Utara secara serentak, kemudian dibukukan dan menjadi koleksi Perpustakaan Nasional. Capaian tersebut mengantarkan Menteri Agama menerima penghargaan MURI atas Gerakan Literasi Berbasis Ekoteologi, sekaligus menjadi bukti bahwa budaya literasi di madrasah telah berkembang menjadi gerakan yang melahirkan karya nyata.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengapresiasi penyelenggaraan Festival Galatama II sebagai bentuk kolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan. Menurutnya, budaya literasi merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan terus mendukung berbagai program yang memperkuat kualitas pendidikan, termasuk pengembangan literasi di lingkungan madrasah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Abdurachman Assagaf, S.Ag., M.Pd.I., menyambut positif penyelenggaraan Festival Galatama II. Menurutnya, semangat literasi yang dibangun melalui Galatama harus terus diimplementasikan hingga ke seluruh madrasah di daerah.
"Galatama bukan sekadar festival tahunan, melainkan gerakan membangun peradaban melalui literasi. Kami siap menindaklanjuti semangat ini di seluruh madrasah di Pulau Morotai agar lahir generasi yang religius, kritis, kreatif, gemar membaca, produktif menulis, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujar Abdurachman.
Festival Galatama II Tahun 2026 diharapkan semakin memperkuat ekosistem literasi madrasah di Maluku Utara sekaligus menginspirasi daerah lain dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Melalui kolaborasi pemerintah, madrasah, guru, peserta didik, dan masyarakat, gerakan ini diharapkan mampu melahirkan generasi pembelajar yang tidak hanya cakap membaca, tetapi juga produktif berkarya dan menjadi agen perubahan bagi kemajuan bangsa.
pendidikan islam
07 Jul 2026
•
5 Views