MOROTAI – Ada yang berbeda di MTsN 1 dan MIN 2 Pulau Morotai pada 1–2 Maret 2026. Ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan (tendik) berkumpul bukan sekadar untuk pertemuan rutin, melainkan menjadi bagian dari gerakan besar: 

Workshop Literasi Menulis Anafora dan Digitalisasi AI.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Pendidikan Islam (Pendis) Kanwil Kemenag Maluku Utara bekerja sama dengan Agen Literasi Indonesia ini bukan sekedar pelatihan biasa. Selain membekali peserta dengan kecanggihan kecerdasan buatan (AI), acara ini merupakan langkah konkret untuk memecahkan Rekor MURI Dunia dengan target total 2.680 peserta.

Komitmen Memajukan Pendidikan Madrasah

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Pulau Morotai, dalam sambutannya, menekankan pentingnya komitmen seluruh elemen madrasah.

"Peningkatan kualitas dan kompetensi Guru adalah faktor utama majunya pendidikan di madrasah. Kita harus bergerak dari berbagai aspek," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Pendis Kemenag Pulau Morotai mengingatkan bahwa literasi adalah fondasi. Tanpa kemampuan literasi yang memadai, pendidikan akan mengalami kemunduran. Guru dituntut tidak hanya melek teknologi melalui AI, tetapi juga tajam dalam literasi menulis.

Morotai Sumbang Angka Signifikan

Dukungan penuh dari Kemenag Kabupaten Pulau Morotai terlihat dari antusiasme peserta yang melampaui ekspektasi. Dari target besar nasional, Pulau Morotai berkontribusi mengirimkan 431 delegasi yang terdiri dari siswa, guru, dan tendik. Angka ini menunjukkan keseriusan "Bumi Moro" dalam bersaing di kancah nasional maupun dunia.

Ketua Tim Sistem Informasi Pendis Kanwil Kemenag Maluku Utara juga mengingatkan bahwa guru adalah jembatan bagi masa depan siswa. Oleh karena itu, kesadaran untuk terus meningkatkan kualitas diri adalah kewajiban mutlak bagi setiap pengabdi pendidikan.

Kesan Mendalam Agen Literasi Indonesia

Ketua Agen Literasi Indonesia, Dr. Kusnan, M.Hum, yang didampingi oleh Pak Irwan, mengaku terharu dengan sambutan di Pulau Morotai. Setelah sebelumnya sukses menggelar workshop di Ternate, Tidore, dan Kepulauan Sula, kini giliran Morotai yang menunjukkan taringnya.

"Pulau ini sebelumnya tidak pernah ada dalam bayangan saya, tapi kini saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar Kemenag Pulau Morotai. Saya siap menyumbangkan ilmu yang saya miliki demi kemajuan pendidikan Islam di Bumi Moro," ujar Dr. Kusnan di sela-sela wawancara.

Workshop ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem digital yang sehat di madrasah, di mana teknologi AI digunakan untuk memudahkan perangkat pembelajaran, sementara literasi menulis tetap menjadi ruh dalam setiap karya pendidikan.