MOROTAI – (Humas Kemenag Morotai) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai, H. Abdurachman Assagaf, S.Ag., M.Pd.I, mengajak masyarakat untuk terus menguatkan nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. Pesan itu disampaikan saat melaksanakan Safari Jumat di Masjid Agung Baiturrahman Morotai, Jumat (5/6/2026).
Dalam khutbah Jumat yang disampaikannya, Abdurachman menegaskan bahwa umat Islam diperintahkan menjadi umat wasathiyah atau umat pertengahan, yakni bersikap moderat, proporsional, dan tidak terjebak pada sikap ekstrem dalam menjalankan ajaran agama. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 143 yang menegaskan bahwa umat Islam dijadikan sebagai ummatan wasathan atau umat yang berada di jalan tengah.
Menurutnya, moderasi beragama menjadi semakin penting di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Tanpa sikap moderat, perbedaan berpotensi menimbulkan gesekan yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Abdurachman juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi saat ini membawa tantangan tersendiri. Berbagai paham keagamaan ekstrem dengan mudah menyebar melalui ruang digital dan berpotensi memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap kehidupan beragama dan berbangsa. Karena itu, umat diharapkan mampu menyaring informasi serta tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Ia menekankan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, Allah menciptakan manusia dalam keberagaman agar saling mengenal, menghargai, dan melengkapi satu sama lain. Sikap saling menghormati dan membangun dialog yang baik menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis.
Dalam kesempatan tersebut, Abdurachman mengajak jamaah untuk terus memperdalam pemahaman keagamaan yang benar, mengedepankan cinta dalam beragama, serta menghindari sikap merasa paling benar sendiri. Dengan ilmu yang memadai dan sikap terbuka terhadap perbedaan, masyarakat akan lebih mudah menjaga persaudaraan dan memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.
Menutup khutbahnya, Kakan Kemenag Morotai mengajak seluruh jamaah menjadikan moderasi beragama sebagai gerakan bersama dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita terus menebar perdamaian di masyarakat melalui moderasi beragama, sehingga tercipta kesejukan dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Moderat dalam beragama, maslahat dalam berbangsa,” pesannya.
Keagamaan
23 Mar 2026
•
107 Views