Morotai – (Humas Kemenag Morotai) – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Pulau Morotai, H. Musanif Sibua, S.Ag., MM, menghadiri kegiatan buka puasa bersama Keluarga Besar Kejaksaan Negeri Pulau Morotai, Senin (23/02/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan tausiyah Ramadan itu berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam tausiyahnya, Musanif menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum memperbaiki diri dan membersihkan hati. “Ramadan adalah kesempatan emas untuk bermuhasabah. Yang kita perbaiki bukan hanya ibadah lahiriah, tetapi juga kualitas hati kita,” ujarnya di hadapan para pegawai dan keluarga besar Kejari.
Ia menjelaskan, terdapat tiga kategori hati manusia. Pertama, qalbun mayyit atau hati yang mati, yakni hati yang tidak mau mendengar nasihat agama dan tidak tergerak dalam kebaikan. “Orang yang hatinya mati tidak akan terpanggil ketika diajak kepada kebaikan, karena hatinya telah tertutup,” katanya.
Kedua, qalbun maridh atau hati yang sakit. Menurutnya, ciri hati yang sakit di antaranya memiliki sifat “SMS”, yakni suka melihat orang sengsara dan susah melihat orang senang. “Jika sifat ini terus dipelihara, itu tanda penyakit hati sudah kronis dan harus segera diobati dengan istighfar serta amal saleh,” tegasnya.
Ketiga, qalbun salim atau hati yang selamat. Hati inilah yang akan membawa keselamatan manusia di dunia hingga akhirat. “Qalbun salim adalah hati yang bersih dari iri dan dengki, serta selalu terdorong untuk berbuat baik kepada sesama,” tuturnya.
Ia pun berharap momentum buka puasa bersama tersebut semakin mempererat silaturahmi dan sinergi antarinstansi. “Semoga Ramadan ini membentuk pribadi-pribadi yang berintegritas dan berhati selamat dalam menjalankan amanah,” pungkasnya.
Bimas Islam
06 Mar 2026
•
13 Views