Morotai — (Humas Kemenag Morotai) —  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen turut mendampingi proses validasi data sementara peserta Seleksi Terbatas dan Pelatihan Tim Vokal Grup (VG) Kabupaten Pulau Morotai yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), Sabtu (7/2/2026), di LPPD Kecamatan Morotai Jaya, Desa Sopi Majiko.

Kegiatan tersebut dihadiri dan didampingi langsung oleh Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Kabupaten Pulau Morotai, M. Tiar Fatra, S.Th, sebagai bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap pembinaan kehidupan keagamaan umat Kristen melalui pengembangan seni paduan suara gerejawi.

Sekretaris LPPD Kabupaten Pulau Morotai menyampaikan bahwa hasil pendataan awal mencatat sebanyak 22 orang peserta telah tervalidasi. Jumlah ini masih bersifat sementara dan diperkirakan akan bertambah pada tahapan seleksi terbatas dan pelatihan lanjutan yang akan digelar di Daruba, guna menjaring 11 peserta terbaik yang akan menjadi tim inti vokal grup.

Dalam kesempatan tersebut, Tiar Fatra menekankan bahwa pembinaan Pesparawi tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan vokal semata, tetapi juga pada pembentukan karakter rohani, kedisiplinan, serta kesiapan fisik peserta selama masa pelatihan. Menurutnya, komitmen dan ketaatan terhadap aturan menjadi kunci keberhasilan tim dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan yang sejalan dengan tugas Kementerian Agama, khususnya Bimas Kristen, dalam mendukung penguatan iman, karakter, dan kebersamaan umat melalui seni dan budaya gerejawi,” ujarnya.

Seleksi terbatas dan pelatihan ini merupakan tahapan penting dalam rangka kesiapan dan pemantapan Kontingen LPPD Provinsi Maluku Utara pada mata lomba Vokal Grup untuk menghadapi Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada Juni 2026 mendatang.

Melalui sinergi antara LPPD dan Bimas Kristen Kemenag Kabupaten Pulau Morotai, diharapkan kontingen yang terbentuk mampu tampil optimal dan membawa nama baik daerah serta Provinsi Maluku Utara di ajang nasional.