Morotai — (Humas Kemenag Morotai) — Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, M. Tiar Fatra, S.Th., menegaskan bahwa guru pada Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen (SPKK) dituntut memiliki kesabaran ekstra dalam menjalankan tugas sebagai Tenaga Pendidik (TP) dan Tenaga Kependidikan (TKp). Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan monitoring dan pembinaan di Kecamatan Morotai Jaya, Jumat (6/2/2026).

Monitoring dan pembinaan dilaksanakan selama dua hari dengan menyasar SMPTK Elim Sopi Majiko, SMTK LPM Sopi Majiko, dan SMAK Gorugo. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Bimas Kristen didampingi Staf Pengelola Data dan Informasi Seksi Bimas Kristen untuk memastikan layanan pendidikan keagamaan Kristen berjalan optimal.

“Menjadi guru di SPKK bukan hanya mengajar, tetapi juga melayani dan membina karakter. Karena itu, dibutuhkan kesabaran, ketulusan, dan komitmen yang kuat,” ujar Tiar Fatra saat memberikan pembinaan kepada para guru.

Selain menekankan sikap pelayanan, Fatra juga menyoroti pentingnya penguatan humas dan publikasi sebagai sarana promosi SPKK kepada masyarakat. Ia menilai publikasi yang baik dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkenalkan keunggulan dan program sekolah keagamaan Kristen.

Dalam pembinaan tersebut, Fatra turut menjelaskan alur realisasi anggaran insentif Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS), mendorong pelaksanaan ekoteologi di lingkungan sekolah, serta mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler melalui pembentukan Gugus Depan Gerakan Pramuka di lingkup SPKK.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada guru non-ASN mata pelajaran umum di SPKK yang telah menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kegiatan monitoring dan pembinaan diakhiri dengan doa dan foto bersama sebagai wujud kebersamaan serta komitmen meningkatkan mutu pendidikan keagamaan Kristen di Kabupaten Pulau Morotai.