MOROTAI — (Humas Kemenag Morotai) — Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Musanif Sibua, S.Ag., MM, menjadi penceramah dalam walimatul haj di kediaman Ibu Kamaria Binti Mahdi Siruang, calon jamaah haji 1447 H/2026 M, di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Pulau Morotai, Drs. Rusli Sibua, M.Si., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pulau Morotai, Arif Bilo, Bc.Ak., serta mantan Kepala Kankemenag Pulau Morotai, H. Qubais Baba.
Dalam tausiyahnya, Musanif menegaskan bahwa ibadah haji memiliki keistimewaan karena mencakup tiga dimensi sekaligus, yakni badaniyah (fisik), qalbiyah (hati), dan maliyah (harta). “Haji bukan sekadar ibadah biasa, tetapi membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik jasmani, rohani, maupun materi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan keutamaan ibadah di Tanah Suci, khususnya shalat di Masjid Nabawi yang memiliki nilai lebih dibandingkan shalat di masjid lain, kecuali di Masjidil Haram. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan jamaah dengan memperbanyak amal ibadah selama berada di Madinah dan Makkah.
Selain itu, Musanif menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah selama delapan hari di Madinah (Arbain) memiliki keutamaan pahala yang besar. “Waktu yang singkat di sana bisa bernilai sangat besar. Karena itu, jamaah perlu menjaga kualitas ibadah dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap selama berhaji dengan menghindari rafatsy, fusuq, dan jidal yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. “Haji bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang menjaga akhlak dan kesabaran,” tegasnya.
Menutup ceramahnya, Musanif mengajak jamaah untuk menjaga keikhlasan dan tidak membandingkan amalan dengan orang lain, serta mengingat pesan Nabi Ibrahim tentang pentingnya istiqamah dalam beribadah. “Haji adalah momentum perubahan diri. Sepulangnya, kita harus menjadi pribadi yang lebih baik dan tetap dekat dengan Allah,” pungkasnya.
Haji & Umrah
15 Apr 2026
•
49 Views