MOROTAI — (Humas Kemenag Morotai) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai memperluas ruang dialog dengan umat Kristiani melalui program Menyapa Umat Kristiani (MUK). Kegiatan yang berlangsung Minggu (30/8/2026) tidak hanya menjadi sarana menyampaikan informasi keagamaan, tetapi juga dirangkaikan dengan sosialisasi program Lembaga Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Pulau Morotai serta edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika bersama penyuluh narkoba BNN Kabupaten Pulau Morotai.
Program tersebut dilaksanakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kemenag Pulau Morotai dengan menyambangi sejumlah jemaat dalam rangkaian ibadah Minggu. Tim diberikan kesempatan beberapa menit setelah ibadah untuk menyampaikan informasi kepada jemaat, sehingga pesan yang dibawa dapat langsung diterima oleh masyarakat dalam ruang yang dekat dengan kehidupan mereka.
Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Pulau Morotai, M. Tiar Fatra, mengatakan MUK dirancang bukan sekadar sebagai kunjungan kelembagaan, melainkan sebagai upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara Kemenag dan umat. Menurutnya, penyampaian informasi mengenai Pesparawi sekaligus pencegahan narkotika menjadi bagian penting karena keduanya menyentuh aspek pembinaan umat dan kehidupan sosial masyarakat.
“Kami ingin hadir bukan hanya ketika ada kegiatan besar, tetapi juga menyapa umat secara langsung. Melalui MUK, kami bisa mendengar sekaligus menyampaikan informasi yang memang dibutuhkan jemaat. Termasuk Pesparawi dan pencegahan narkotika, karena pembinaan kehidupan beragama juga harus berjalan bersama dengan upaya menjaga generasi dari ancaman narkoba,” ujar Tiar.
Dalam sosialisasi Pesparawi, tim menyampaikan informasi terkait program kerja LPPD Kabupaten Pulau Morotai periode 2025–2030 serta persiapan Pesparawi II Kabupaten Pulau Morotai. Kehadiran informasi ini diharapkan dapat memperkuat partisipasi jemaat dan satuan pendidikan keagamaan Kristen dalam mendukung agenda Pesparawi di daerah.
Pada kesempatan yang sama, penyuluh narkoba dari BNN Kabupaten Pulau Morotai turut memberikan edukasi mengenai Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Pesan yang dibawa diarahkan pada pentingnya membangun kesadaran bersama, terutama di lingkungan keluarga, gereja dan sekolah, agar masyarakat memiliki daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkotika.
Rangkaian MUK dan kunjungan penyuluhan tersebut tidak berhenti pada 30 Agustus. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan Kemenag Pulau Morotai, kegiatan dilanjutkan pada 13 September 2026, sementara kunjungan ke Sekolah Kristen (SKr) dan Sekolah Pendidikan Keagamaan Kristen (SPKK) dijadwalkan pada 4 dan 11 September 2026. Sebanyak 18 petugas tercantum dalam tim pelaksana, dengan pembagian lokasi jemaat dan satuan pendidikan di berbagai wilayah Morotai.
Tiar menegaskan, pendekatan langsung kepada umat akan terus dikedepankan agar program Kemenag tidak berhenti pada penyampaian informasi secara administratif. “Yang paling penting adalah pesan itu sampai kepada umat dan memberi manfaat. Kami berharap MUK menjadi ruang komunikasi yang hidup, sehingga Kemenag, gereja, sekolah, keluarga dan masyarakat dapat bersama-sama membangun kehidupan yang rukun, sehat dan bebas dari narkoba,” katanya.
Bimas Kristen
20 Jul 2026
•
685 Views