MOROTAI – (Humas Kemenag Morotai) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Abdurachman Assagaf, S.Ag., M.Pd.I, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Perbatasan Nurussabah Usbar di Desa Usbar Pantai, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Senin (8/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan dan penguatan lembaga pendidikan keagamaan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Dalam kunjungan tersebut, Kakankemenag meninjau kondisi pesantren, berdialog dengan pengelola dan santri, serta menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendukung pengembangan pesantren perbatasan sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan wawasan kebangsaan.
Selain membahas penguatan kelembagaan dan layanan pendidikan, Abdurachman juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan pelecehan seksual, perundungan (bullying), serta segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pesantren harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
"Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga rumah kedua bagi para santri. Karena itu, seluruh unsur pendidikan harus bersama-sama memastikan tidak ada ruang bagi pelecehan seksual, perundungan, maupun bentuk kekerasan lainnya. Lingkungan belajar yang aman merupakan syarat utama lahirnya generasi yang berakhlak dan berprestasi," kata Abdurachman.
Ia menambahkan, perhatian terhadap pesantren di daerah 3T akan terus diperkuat melalui pembinaan, pendampingan, dan pengawasan agar kualitas pendidikan keagamaan di wilayah perbatasan dapat berkembang sejajar dengan daerah lainnya.
Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Perbatasan Nurussabah Usbar Pantai, Abd Haris Sibua, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran langsung jajaran Kementerian Agama menjadi motivasi bagi pengelola pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pembinaan santri.
"Kami bersyukur atas perhatian yang diberikan Kementerian Agama kepada pesantren di wilayah perbatasan. Arahan yang disampaikan, khususnya terkait perlindungan santri dan pencegahan kekerasan, menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga lingkungan pesantren yang aman, sehat, dan kondusif bagi proses belajar mengajar," ujar Abd Haris.
Kunjungan itu sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat eksistensi pesantren perbatasan sebagai garda terdepan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Pulau Morotai.
pendidikan islam
06 Jun 2026
•
154 Views