MOROTAI — (Humas Kemenag Morotai) — Musyawarah Daerah (Musda) III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pulau Morotai menjadi momentum memperkuat peran ulama dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial di daerah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai, Kamis (13/8/2026), dibuka langsung oleh Bupati Pulau Morotai dan dihadiri unsur Forkopimda, para kepala KUA, ulama, serta peserta Musda.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, Kasubbag Tata Usaha, H. Musanif Sibua,  menyampaikan bahwa keberadaan MUI memiliki posisi penting sebagai wadah silaturahmi dan musyawarah para ulama sekaligus pemberi panduan bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Sudah sepantasnya MUI Kabupaten Pulau Morotai meningkatkan perannya dalam membentuk umat yang berpikir optimis, melakukan kerja produktif, sehingga tumbuh solidaritas umat di kabupaten yang kita cintai ini,” ujar Musanif dalam sambutannya.

Menurutnya, Musda III MUI tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi harus menjadi ruang konsolidasi dan refleksi untuk memperkuat peran MUI sebagai mitra pemerintah daerah. Kolaborasi ulama dan umara dinilai penting dalam membangun kehidupan sosial keagamaan yang harmonis serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Morotai.

Sementara itu, Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua, saat membuka Musda III MUI menegaskan pentingnya peran ulama dalam menjaga kehidupan masyarakat agar tetap rukun, damai, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Ia berharap Musda menghasilkan kepengurusan dan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan umat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Musda ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara ulama, pemerintah dan masyarakat. Dari forum ini diharapkan lahir gagasan serta langkah nyata yang membawa kemaslahatan bagi umat dan kemajuan Kabupaten Pulau Morotai,” kata Bupati.

Musda III MUI Kabupaten Pulau Morotai mengusung tema “Sinergi Ulama, Umara dan Ummat untuk Morotai Unggul, Adil dan Sejahtera”. Forum tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi MUI periode 2026–2031 untuk memperkuat peran keumatan, membangun solidaritas, serta menghadirkan kontribusi yang semakin nyata bagi masyarakat dan daerah.