MOROTAI — (Humas Kemenag Morotai) — Persiapan pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) II Kabupaten Pulau Morotai Tahun 2026 memasuki tahap yang lebih teknis. Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Pulau Morotai menggelar Rapat Koordinasi dan Teknis (Rakornis) untuk mematangkan berbagai kebutuhan sebelum pelaksanaan Pesparawi.

Rakornis dilaksanakan di Gedung GPdI Berea, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Jumat (4/9/2026). Kegiatan diikuti 48 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, pengurus LPPD kabupaten dan kecamatan, pelatih, serta perwakilan dari enam kecamatan di Pulau Morotai.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, M. Tiar Fatra, S.Th, dalam sambutannya mengatakan Rakornis menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memastikan seluruh persiapan Pesparawi berjalan secara terarah.

“Yang paling penting dalam persiapan ini adalah koordinasi. Kita ingin seluruh kontingen memiliki pemahaman yang sama, baik terkait aturan, teknis perlombaan, maupun berbagai kebutuhan lainnya, sehingga pelaksanaan Pesparawi nantinya bisa berjalan dengan baik,” ujar Tiar.

Ketua LPPD Kabupaten Pulau Morotai, Farly Masengie, melalui forum tersebut mendorong seluruh pengurus LPPD kecamatan untuk memastikan kesiapan kontingen masing-masing. Salah satu agenda penting ialah finalisasi data kontingen yang menjadi dasar dalam persiapan Pesparawi II tingkat kabupaten.

Selain data peserta, pembahasan juga mencakup kebutuhan anggaran, akomodasi, konsumsi, transportasi kontingen, hadiah, hingga berbagai upaya pendanaan. Waktu dan tempat pelaksanaan serta kesiapan juri juga menjadi bagian dari agenda yang dibahas bersama.

Rakornis turut menjadi ruang konsultasi teknis terkait Pedoman Umum Pelaksanaan Pesparawi II. Hal-hal seperti lagu wajib dan lagu pilihan, lagu pilihan terikat, aransemen, pianis, lokasi MPG, durasi penampilan, hingga penggunaan instrumen musik modern dan tradisional ikut dibicarakan.

Aspek promosi, publikasi, dan kehumasan juga masuk dalam pembahasan. Tiar berharap koordinasi yang dibangun sejak tahap persiapan dapat menjadi fondasi bagi pelaksanaan Pesparawi II yang tertib, lancar, dan tetap membawa semangat kebersamaan. “Kita berharap Pesparawi ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan dan menghadirkan nilai-nilai positif melalui pelayanan dan musik gerejawi,” katanya.