MOROTAI — (Humas Kemenag Morotai) — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Musanif Sibua, S.Ag, menegaskan bahwa penyuluh agama Islam harus bekerja secara terencana, aktif di tengah masyarakat, serta mampu membangun sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan tugas tahun 2026. Penegasan tersebut disampaikan Musanif dalam rapat penyusunan Program Kerja Penyuluh Agama Tahun 2026 yang diikuti oleh seluruh ASN Penyuluh Agama Islam di Aula PLHUT, Selasa (13/1/2026).

Dalam arahannya, Musanif menekankan pentingnya penyusunan program kerja secara sistematis mulai dari program tahunan, bulanan, hingga mingguan. Menurutnya, perencanaan yang matang menjadi dasar utama agar kegiatan pembinaan umat dapat berjalan terarah, terukur, dan berkesinambungan.

Selain perencanaan, Musanif juga mengingatkan agar setiap penyuluh tertib dalam pelaporan kegiatan. Ia mewajibkan penyuluh memasukkan laporan kegiatan secara rutin pada setiap akhir bulan sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja.

“Penyuluh tidak hanya dituntut aktif di lapangan, tetapi juga harus tertib administrasi. Program harus jelas dan laporan kegiatan wajib dimasukkan tepat waktu,” tegas Musanif.

Ia juga menginstruksikan agar setiap penyuluh membentuk minimal tiga kelompok binaan dalam satu wilayah kecamatan. Kelompok binaan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan keagamaan yang berkelanjutan sekaligus sarana memperluas jangkauan layanan penyuluhan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Musanif mendorong penyuluh untuk membangun kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan instansi atau pihak terkait di wilayah binaannya, seperti pemerintah desa, kecamatan, sekolah, maupun lembaga lainnya. Sinergi ini dinilai penting untuk memperkuat peran penyuluh dalam mendukung pembangunan mental dan spiritual masyarakat.

“Penyuluh tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi dengan lintas sektor agar program pembinaan keagamaan lebih maksimal dan berdampak nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, Musanif berharap para penyuluh dapat terlibat aktif dalam setiap perayaan hari besar Islam, baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah setempat. Keterlibatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat kehadiran Kementerian Agama di tengah umat serta mempererat hubungan dengan masyarakat.

Melalui rapat tersebut, Kemenag Morotai menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas kinerja penyuluh agar lebih profesional, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan umat.