MOROTAI — (Humas Kemenag Morotai) — Upaya pencegahan perkawinan anak terus digaungkan di Kabupaten Pulau Morotai melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak yang dilaksanakan Tim Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Perempuan dan Anak Morotai bersama Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai di Gereja GMIH Jemaat Eben-Haezer Waringin, Morotai Selatan Barat, Minggu (10/5/2026). Kegiatan tersebut menitikberatkan pada pentingnya perlindungan anak, penguatan peran keluarga, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak menjadikan pernikahan dini sebagai solusi atas persoalan sosial maupun ekonomi.
Dalam sosialisasi, masyarakat diajak memahami bahwa perkawinan anak bukan hanya berdampak pada putusnya pendidikan, tetapi juga dapat memicu tekanan mental, ketidaksiapan membangun rumah tangga, hingga hilangnya kesempatan anak untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik. Tim YLBH Perempuan Morotai menilai, masih banyak kasus perkawinan usia dini yang dipengaruhi faktor ekonomi, pergaulan, tekanan lingkungan, hingga anggapan bahwa menikahkan anak merupakan jalan keluar dari masalah keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, gereja dan keluarga didorong menjadi ruang aman bagi anak untuk bertumbuh dan memperoleh pendampingan yang tepat. Anak-anak dinilai perlu diberikan kesempatan menyelesaikan pendidikan, membangun karakter, dan mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.
“Pernikahan bukan perlombaan cepat-cepat, tetapi keputusan besar yang membutuhkan kesiapan. Karena itu keluarga dan gereja harus membantu anak-anak bertumbuh lebih dahulu sebelum memasuki pernikahan,” demikian pesan yang disampaikan. Peserta juga diajak merenungkan firman Tuhan dalam Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”
Selain memberikan pemahaman tentang dampak perkawinan anak, sosialisasi itu juga bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih aktif menjaga dan mengawasi tumbuh kembang anak. Orang tua diingatkan untuk tidak mengambil keputusan tergesa-gesa yang berpotensi mengorbankan masa depan anak hanya karena tekanan sosial maupun ekonomi sesaat.
Tim YLBH Perempuan Morotai bersama Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kabupaten Pulau Morotai berharap melalui sosialisasi ini terbentuk lingkungan masyarakat yang lebih peduli terhadap hak-hak anak serta mampu menciptakan keluarga yang sehat, kuat, dan penuh kasih. Kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata untuk memastikan anak-anak di Morotai dapat tumbuh, belajar, dan merencanakan masa depannya tanpa harus kehilangan kesempatan akibat perkawinan usia dini.
Bimas Kristen
04 Mar 2026
•
120 Views