MOROTAI – (Humas Kemenag Morotai) – Sebanyak 385 peserta dari enam kecamatan mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) II tingkat Kabupaten Pulau Morotai yang resmi dibuka di Gedung Oikumene, Sabtu (24/10/2026) malam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan olah vokal, tetapi juga ruang pembinaan rohani, penguatan persaudaraan, dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Pulau Morotai.

Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, H. Musanif Sibua, hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas terselenggaranya PESPARAWI II serta menegaskan dukungan Kementerian Agama terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat kehidupan masyarakat.

“Atas nama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah atas terselenggaranya kegiatan ini. Kementerian Agama juga siap mendukung, baik secara teknis maupun program, termasuk PESPARAWI ini,” ujar Musanif.

Ia menegaskan, PESPARAWI memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi bernyanyi. Kegiatan tersebut menjadi wadah peribadatan dan pujian, sekaligus sarana pembinaan mental dan kerohanian, khususnya bagi generasi muda agar terus bertumbuh dalam kebaikan dan nilai-nilai keagamaan.

“PESPARAWI bukan sekadar ajang kompetisi bernyanyi atau keindahan olah vokal semata. Lebih dari itu, PESPARAWI merupakan wadah peribadatan dan pujian, sarana pembinaan mental dan kerohanian. PESPARAWI juga menjadi simbol kebersamaan dan toleransi yang penting dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama di Bumi Morotai yang kita cintai ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Christian Pawane, dalam sambutannya menekankan bahwa PESPARAWI tidak boleh dipandang hanya sebagai perlombaan menyanyi. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai yang lebih mendalam karena menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat. “PESPARAWI ini bukan hanya sekadar lomba menyanyi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan menjaga kerukunan di Kabupaten Pulau Morotai,” ujar Rio.

Sebanyak 385 peserta yang berpartisipasi berasal dari enam kecamatan, yakni Morotai Selatan sebanyak 94 peserta, Morotai Selatan Barat 196 peserta, Morotai Timur 56 peserta, Pulau Rao 28 peserta, Morotai Utara 9 peserta, dan Morotai Jaya 2 peserta. Keikutsertaan kontingen dari berbagai kecamatan tersebut menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan potensi seni suara gerejawi sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas.

Pembukaan PESPARAWI II turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pulau Morotai, para pimpinan gereja, majelis juri, panitia pelaksana, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pelatih, seluruh kontingen, peserta, serta tamu undangan lainnya.

Melalui PESPARAWI II, diharapkan lantunan pujian yang dipersembahkan para peserta dapat menghadirkan kedamaian, kesejukan, dan semangat persatuan di tengah masyarakat. Lebih dari hasil perlombaan, nilai persaudaraan, sportivitas, dan kerukunan diharapkan menjadi warisan penting yang terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Pulau Morotai.